Segmentation of Indonesian Consumer

22 03 2008

There are 4 Categories of Indonesian Consumer, those are:

Mature Generation, born in 1945 and down. (upper of 62 years old)

Baby Boomers, born in 1946 – 1964 (43 – 61 years old)

Generation X. born in 1965 – 1979 (28 – 42 years old)

Generation Y. born in 1980 – 1994 (13 – 27 years old)

Each of Generations has several unique categories which need to consider while communicating with them.

BABY BOOMERS (43 – 61 years old)

-Icon generation “KAMI”

-Determined generation Read the rest of this entry »





Tips Of Marketing Plan

22 03 2008

Tips Of Marketing Plan:

1. Don’t start making an objective whitout understanding the situation.

2. Focus in data analysis, start from sales and its effect parameters, because marketing strategy made to delivered sales.

3. Remember SMART (Simple, Measurable, Achievable, Realistic, Time Based)

4. Strategy is macro.

5. When comes to tactical, go as detail as you can because good strategic whitout good tactical is plan to failed.

 

10 Mistaken Marketing Plan

1.no study of market analysis when make a marketing plan

2.no focus of purpose when determine marketing objective

3.focus in execution, not strategy

4. convensional marketing program, no market innovator

5.focus in data

6.no creative

7.tool of Communication is just advertisement

8.no marketing mix

9. pessimist in fund and human resource limitation

10. unwilling to change marketing plan when progress.

 
(Source: Mix Magazine)

 





Bagaimana Proses Jual-Beli Saham

9 02 2008

saham27.jpg

Bagaimana sih proses jual beli saham di bursa efek?
Coba Lihat komik di atas, karena tulisannya kurang jelas (maklum hasil scan),
okelah,nih aku kasih apa saja yang sedang mereka (tokoh2 komik) bicarakan.
Ternyata mereka sedang jual-beli saham.

Gambar 1 dan 2 (antara wanita pembeli dan pialang beli)
Suatu hari…..
wanita (pembeli saham) : Mas pialang, saya mau beli saham dong!
Pria (Pialang) : O.K, ntar yach!
Read the rest of this entry »





Cara berinvestasi di bursa efek

6 02 2008

Bagaimana berinvestasi di bursa efek?

Bursa efek itu bisa diartikan sebuah pasar yang terorganisir
dimana para pialang melakukan transaksi jual-beli surat berharga.
Bursa efek itu seperti pasar yakni selaku pengelola pasar dimana kios-kiosnya
disewakan kepada pedagang. Pedagang ini disebut broker ato perusahaan efek.
Pembelinya disebut investor atau pemodal.
Perusahan efek memiliki wakilnya di bursa efek yang disebut pialang.Pialang lah
yang melakukan transaksi atas amanah yang diberikan. Atas jasa pialang, kita wajib deh
membayar komisi kepada pialang.

Berapa dana minimal untuk berinvestasi?

Dalam perdagangan saham, jumlah yang dijualbelikan disebut lot.
1 lot = 500 lembar saham. Ini adalah batas minimal pembelian saham.
Misalnya harga saham perlembar bank BNI yang telah go public Rp. 2000,-
maka kamu harus beli perlot misal kamu beli 1 lot maka:
1 lot = 500 lembar saham = 500 x Rp.2000,- = Rp.1.000.000,-.
Maka uang yang harus kamu keluarkan adalah 1 juta rupiah.
Kalo saham bank BNI ini harganya naik perlembar sahamnya misalnya Rp.3000,-
maka kmu bisa hitung sendiri keuntungannya berapa. Dan jangan lupa bayar pajak ke negara.
Tapi kamu juga bisa rugi lho dan nyaris bangkrut kalo harga perlembar saham bank BNI turun drastis
atau dilikuidasi sekalian tanpa menyisakan warisan, otomatis uang kamu pun lenyap ntah kemana.
(Sumber: Panduan pemodal)





Life Cycle (Daur Hidup) Market (Perusahaan)

25 10 2007

Life Cycle Of Market

 Growth Phase

 Get new consumer, Product Innovation, Expanding Distribution, Building a strong Brand.

 Mature Phase

Consumer have been aware of Brand. Dominant Issue is how to increase costumer loyalty, Costumer relationship management, costumer lifetime value and build community. The Focus  of this phase is to maintain, innovate and expand (existing and new market), if probably.

Decline phase

Hot Issue is How to raise function of product so that demand can be up. Thus, need innovation entirely of business progress. The focus of this Phase is to maintain and turn around. Read the rest of this entry »





Service Marketing (Layanan Pemasaran)

25 10 2007

Banyak perusahaan memiliki elemen service untuk produk yang mereka jual seperti Mc.Donald yang menjual burger, selain itu ia juga memberikan service kepada costumer berupa kualitas dan kecepatan layanan, para staff yang costumer oriented dll.

Ada 5 karakteristik untuk sebuah service

1. Lack of ownership.

You cannot own and store a service like you can a product. Services are used or hired for a period of time. For example when buying a ticket to the USA the service lasts maybe 9 hours each way , but consumers want and expect excellent service for that time. Because you can measure the duration of the service consumers become more demanding of it. Read the rest of this entry »





Menyusun Analisis SWOT untuk Perusahaan

25 10 2007

:-) SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities and Threats) digunakan sebagai framework marketing untuk membantu perusahaan meningkatkan eksistansi perusahaan dan mencapai kesuksesan. Strengths dan Weakness adalah faktor internal yang dapat dikontrol oleh perusahaan. Sedangkan Opportunities dan Threats adalah faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol.

Contoh Strength:

* A strong brand name (merek).

* Market share.

* Good reputation.

* Expertise and skill.

Weaknesses:

* Low or no market share.

* No brand loyalty.

* Lack of experience. Read the rest of this entry »





OuT The Box Thinkers!!

26 09 2007

Creatif Creative marketers adalah orang yang berani mengambil resiko, entrepreneurial, dan siap menciptakan ide-ide luar biasa. Ciri-ciri sesorang yang dapat menjadi creative marketers adalah:

1.      Early adopter atau orang yang berani mencoba

2.      Berani mengambil resiko dengan tetap penuh perhitungan.

Bisa dilihat dari keberaniannya melakukan out of the box. Tidak boleh ngawur. Out of the box adalah orang yang mampu berpikir kreatif, berpikir di luar kotak. Read the rest of this entry »





Kreativitas

26 09 2007

:-) Kreativitas memang tidak ada batasnya. Hal ini seharusnya menjadi jiwa pemasar di Indonesia. Tampaknya marketers di Indonesia hanya terjebak pada pola pemikiran me-too (saling tiru) yang akhirnya terjebak pada perang harga.

Adapun 4 kriteria yang digunakan untuk menilai para marketers adalah:

1.     Originalitas

2.    Unik

3.     Penuh terobosan

4.    Menjadi bahan pembicaraan Read the rest of this entry »





Orang Teknik Versus Orang Marketing

24 09 2007

Katanya Orang Teknik cenderung disiplin, taat pada peraturan, dan beraffiliasi sebagai pekerja? Benarkah?. Sebaliknya orang marketing diarahkan kepada kreativitas berpikir, memunculkan ide-ide cemerlang dan komunikatif. Tampaknya hal ini bisa diiyakan.

Munculnya perusahaan-perusahaan besar ke permukaan tidak terlepas dari tangan-tangan kreatif para marketer yang melemparkan strategi pasarnya sehingga menjadi market leader. Lihat saja seperti produk rokok Sampoerna yakni A-mild dan Dji sam soe mampu mendongkrak dan merajai pasar dan mengalahkan rokok gudang garam yang statusnya incumbent. Lihat juga strategi perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang sangat kompetitif sekarang ini, iklan-iklan begitu gencar dilempar ke publik. Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.