Kompetisi Antar Operator Telekomunikasi di Indonesia

6 10 2007

🙂

 

Kompetisi operator telekomunikasi di Indonesia memang sangat menarik untuk disimak. Setidaknya sudah ada 6 operator telekomunikasi yang sudah menunjukkan taringnya yakni Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcomindo, Esia dan mobile-8. Di pasar fixed wireless access (FWA), flexi memang masih memimpin dengan market share mencapai 5% secara nasional. Kita juga bisa menyaksikan gencarnya Esia menyerbu pasar apalagi setelah mendapat lisensi FWA nasional. Star One Indosat malahan lain tidak terlihat begitu menggeliat dan masih adem ayem. Kompetitor baru pun bermunculan sperti Sinarmas Mobile Access Reliable telecommunication (SMART) dan Sampoerna Telecommunication yang akan meluncurkan produk-produknya.Tampaknya jumlah pesaing di bisnis telekomunikasi tidak akan berkurang malah akan terus bertambah.

 

Telkomsel masih bisa berbangga karena masih mampu bertengger di posisi sebagai pemimpin pasar. Mobile-8 sebagai satu-satunya pemain seluler yang menggunakan teknologi CDMA juga dapat tampil mencuri perhatian dengan tarif yang kompetitif. Belum lagi kehadiran kelas kakap dunia Hutchison telecommunication yang menggebrak pasar Indonesia dengan sms on net gratisnya. Wah asiiik tuh. Persaingan belum berakhir sampai di sini lho…………………………..

 

Masih ada pemain-pemain baru lainnya yang siap meramaikan pasar Indonesia. Untung juga sih konsumen kalo banyak kompetitor telekomunikasi, tentu saja mereka yang operator akan saling memberikan tarif murah dalam rangka perang harga.

 

Melihat tumbuhnya kompetitor-kompetitor ini Telkom harus menanggalkan predikat monopoli ataupun duopoli yang pernah ia sandang. Sementara ini Telkom punya fixed wireline yang usagenya terus menurun karena adanya wireless yang lebih praktis, kemudian ada Flexi CDMA nya Telkom yang siap bersaing dengan si hijau Esia. Kemudian Speedy yang lumayan menguntungkan bagi Telkom karena teknologi ADSL yang ia pakai membutuhkan kabel fisik sebagai jalur transmisi. Telkom kan monopoli untuk fixed wireline lho. Tapi dari blog ataupun forum-forum yang ada banyak sekali keluhan yang dilontarkan untuk speedy seperti billing yang ngaco dan akses yang lelet. Apalagi 10 tahun mendatang diprediksi Speedy akan say good bye karena wimax akan muncul dengan coverage area hingga 50 km dan kecepatan di atas 30 Mbps. Sepertinya Telkom akan merasakan kesenangan sesaat saja selama 10 tahun. Apalagi XL yang punya backbone yang gede bisa-bisa bakal ngedobrak pasar wimax dan menskak mati Speedy. Sementara itu wireline nya telkom punya pesaing baru yakni wifone dari esia yang punya jargon untung pake Esia. Dengan memberikan iming-iming yang aduhai dari esia, Telkom kayaknya kalang kabut dengan kompetitor-kompetitor yang super kreatif ini. Ayo Telkom tingkatkan strategi pasar mu (eh bukan berarti mihak Telkom ya), hee cuma sekedar ngasih semangat untuk bisa bersaing. Kan sebelumnya Telkom menjadi monopoli.

 

Tau gak sih kayaknya promosi xl yang besar-besaran itu sukses tenan, iklan mulai dari tv, majalah, internet, sampai oplet-oplet masuk kampung keluar kampung juga ada iklan xl-nya, kreatif banget deh xl. Dari propoganda xl ini membuahkan hasil, Buktinya teman-teman kuliahku banyak yang coba-coba xl. Awalnya rata-rata mereka pakai produk telkomsel kini simcard telkomsel itu diistirahatkan dulu. Strategi promosi xl antara lain xl goes to school, xl memberikan sumbangan multiplexer ke universits-universitas hingga memberikan tarif Rp.1 / detik untuk pasca bayarnya. Salut deh buat XL yang notabene punya malaysia ini. Gimana donk tuh pasca bayarnya telkomsel (halo) dan indosat?. Apakah berdiam diri saja melihat xl maju terus pantang mundur. Tetap spirit ajalah semua operator telekomunikasi Indonesia. Buat Telkom BUMN nya Indonesia, Buat Indosat yang baru kemarin dijual ke Singapura (Punya Singapura donk!), Xl punyanya Malaysia yang siap mendobrak pasar, dan Bakrie Telecom sahamnya keluarga Bakrie (Swasta ya?). Moga-moga aja semua operator ini memberikan kemudahan dan kemurahan bagi konsumen akan tetapi kini konsumen semakin cerdik menentukan pilihan. Misalnya karena asli produk dalam negeri maka konsumen cenderung memilih yang punya dalam negeri atau karena alasan murah costnya maka konsumen milih xl untuk pasca bayarnya. yah itu tergantung konsumennya juga lah.

 

(Sumber: Majalah Telkom patrirot 135 dan berbagai sumber)


Actions

Information

One response

31 10 2007
suri

setujuuuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: